Retret Penyelenggara PFG : Bina Spiritualitas Pengasuh GPM Sinar Kasih

Dobo-Sinar Kasih, Retret Penyelenggara Pendidikan Formal Gereja dalam rangka Pembinaan Spiritualitas Pengasuh Jemaat GPM Sinar Kasih digelar oleh Majelis Jemaat Sub Seksi Komunikasi Pelayanan, Rabu (25/6/2025) di Gereja Pniel Dobo.

Mengusung tema “Maknai Panggilan dan Misi sebagai Pengasuh” dengan tujuan membangun kesadaran dan peningkatan pemahaman terhadap panggilan sebagai pengasuh serta meningkatkan kemampuan untuk melaksanakan panggilan Tuhan dalam ketaatan, kesetiaan dan persekutuan (Mazmur 133:1-3).

Diaken Vero Dumgair melaporkan bahwa peserta yang ikut terlibat dalam kegiatan retret berjumlah 97 orang, terdiri dari Ketua Majelis Jemaat GPM Sinar Kasih Pendeta Gerson Romroma, S.Th, Pendeta Simon Gabrial Barend, S.Si, Pendeta Samy Kamsi, S.Si, unsur Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ), Majelis Jemaat Sub Seksi Komunikasi Pelayanan, Majelis Jemaat Sub Seksi Anak Remaja dan Katekisasi, Komisi ARK, dan Pengasuh pada 12 sektor pelayanan. Kegiatan dibingkai dengan 3 tahapan meditasi “Memaknai Panggilan sebagai Pengasuh, Mengakui Kelemahan dan Mendengarkan Suara Tuhan, serta Menjalani Panggilan sebagai Pengasuh yang Setia”.

Pendeta Samy Kamsi menjelaskan terkait tema di atas bahwa setiap pengasuh memfokuskan diri dalam kesadaran untuk memahami keterpanggilan dan persekutuan yang rukun dalam perjumpaan dengan Tuhan, sesuai makna Alkitab “Persaudaraan Yang Rukun”. Dalam tahapan pertama meditasi, Pendeta Samy Kamsi mengajak peserta untuk merenungkan nilai persaudaraan dan kerukunan, diantaranya : Pertama, bahwa nilai kerukunan bukan hanya sekedar hidup berdampingan, tetapi sebuah keadaan spiritual mendalam dan menggambarkan kedamaian dan kegembiraan yang dirasakan oleh setiap orang yang bersatu dalam Tuhan serta menekankan kebahagiaan yang datang dari kesatuan dan persaudaraan. Kedua, mengenai arti minyak melambangkan sesuatu yang sangat sakral dan kudus yang membawa kekudusan dan kebahagiaan bagi semua orang. Ketiga, tentang arti embun bagaikan berkat dari tempat tinggi mengalir ke tempat yang rendah, bahwa berkat Tuhan diberikan kepada pengasuh yang rendah hati dan menjadi aliran berkat bagi sesama juga bagi anak-anak Sekolah Minggu Tunas Pekabaran Injil (SMTPI).

Selanjutnya dalam meditasi tahapan kedua, Pendeta Gabrial Barend memberikan inspirasi sesuai bacaan Alkitab (Efesus 4:1-6) bahwa pengasuh menjalankan misi panggilan dalam menghadapi tantangan dan tanggungjawab sebagai dampak kemajuan dan perkembangan teknologi menjadi pergumulan yang tidak mudah, karena itu pengasuh dalam mengemban “Tugas Mulia” hendaklah termotivasi sebagai pengasuh yang kuat iman, rendah hati, hidup memberi teladan dalam perkataan, perbuatan, kasih, dan kesucian, serta mengembangkan kreatifitas dalam pelayanan guna membantu anak-anak bertumbuh dan berakar dalam iman kepada Kristus.

Akhir meditasi tahapan ketiga, Pendeta Gerson Romroma selaku Ketua Majelis Jemaat memberikan apresiasi sekaligus wejangan Firman (Ulangan 31:12-13) kepada Pengasuh untuk menunjukkan loyalitas, kesederhanaan, kejujuran dan ketulusan hati dalam melayani Tuhan. Pesannya, “Panggilan untuk menjadi Pelayan (Pengasuh) adalah terpanggil untuk memberitakan perbuatan-perbuatan besar dari Allah, menghidupi pelayanan dengan saling mengasihi, Pengasuh yang rela berkorban dan menjadi Role Model dalam Pelayanan”. (Zussand5)