Kemitraan Laki-Laki dan Perempuan Jemaat Sinar Kasih : Sosialisasi dan Diskusi PHBS

Dobo-Sinar Kasih. Kebaktian kemitraan laki-laki dan perempuan tingkat jemaat dilaksanakan oleh Komisi Kemitraan Jemaat Sinar Kasih, sekaligus bersama Majelis Jemaat Sub Seksi Kesehatan menggelar Sosialisasi dan Diskusi PHBS. Pelayanan kebaktian dipimpin oleh Ketua Majelis Jemaat GPM Sinar Kasih Dobo, Pdt. G. G. Romroma, S.Si. Kebaktian berlangsung dengan penuh hikmah di Sektor Pniel (minggu ke-3 di bulan April), dihadiri 746 orang melibatkan laki-laki dan perempuan gereja.

Secara umum, kegiatan Sosialisasi dan Diskusi PHBS oleh Majelis Jemaat Sub Seksi Kesehatan merupakan kerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Aru dan Puskesmas Siwalima Dobo. Kegiatan digagas dengan tujuan meningkatkan kualitas kesehatan melalui proses penyadartahuan dalam menjalani perilaku kehidupan sehari – hari yang bersih dan sehat.
Secara khusus, Sosialisasi dan Diskusi PHBS dibingkai dengan topik HIV AIDS dan Tuberkulosis (TBC).

Narasumber dalam giat sosialisasi dan diskusi oleh dr. Lizanbeth Kwaitota, turut hadir Kepala Puskesmas Siwalima Dobo Lilian Louhenapessy, S.Kep.,Ns. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam merespons secara efektif masalah HIV AIDS dan TBC “Sesuai Data Kasus Hingga 2025” di Kabupaten Kepulauan Aru. Lizanbeth Kwaitota menekankan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, kelompok sosial yang paling berisiko terpapar TBC adalah keluarga. Selain itu, kasus HIV AIDS juga banyak terjadi pada ibu rumah tangga dan kelompok usia produktif.

Dalam pemaparan materi, disajikan pemahaman tentang HIV AIDS dan TBC, cara penularan, gejala sampai pengobatan. Juga disampaikan edukasi yang baik tentang tubuh, organ reproduksi, pentingnya menjaga privasi, dan mengenali sentuhan yang baik dan tidak baik agar termotivasi melakukan pencegahan dan pengendalian HIV AIDS dan TBC dalam lingkup keluarga, pelayanan gereja dan pelayanan masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Aru melalui Puskesmas Siwalima Dobo yang telah memberikan perhatian khusus pada edukasi HIV AIDS dan TBC. Dalam situasi yang semakin mengkhawatirkan, langkah ini sangatlah penting dalam mempersiapkan Keluarga (Laki-laki dan Perempuan Gereja) dengan pengetahuan yang benar dan perlindungan yang lebih baik, serta memaknai Kebangkitan Kristus tidak perlu takut dan gentar menghadapi tantangan dan permasalahan hidup dan kiranya Roh Kudus memberanikan kita untuk menjalani hidup dengan iman dan kebenaran, hidup dalam kepasrahan dan ketaatan kepada kehendak-Nya dan hidup dalam relasi yang saling menghidupkan dengan sesama” sambut Pdt. G. G. Romroma, S.Si

Sesungguhnya dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat yang berasal dari “Iman” dapat menjadi “Kunci” untuk meningkatkan kualitas kesehatan kita dan menjadi sebuah gerakan untuk memasyarakatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dimanapun dan juga kapanpun, tegasnya. (Zussand5)