HUT Ke-13 Sektor Eklesia : Menghidupi Ibadah Sejati

Dobo-Sinar Kasih. Pelayan dan umat Sektor Eklesia di Jemaat GPM Sinar Kasih, Klasis Pulau-Pulau Aru, menggelar Jalan Santai dan Senam bersama dalam rangka memperingati HUT Ke-13 Sektor Eklesia, Senin (12/5/2025). Jalan Santai dan Senam bersama dimeriahkan oleh warga gereja yang terbagi dalam 5 unit pelayanan untuk mengenang kembali pemekaran sektor eklesia pada 13 Mei 2012 dari sektor elim di jemaat GPM Sinar Kasih. Kegiatan jalan santai dan senam bersama berguna untuk kesehatan dan kebugaran jasmani, tetapi juga makna membangun persekutuan sektor dalam bersaksi dan melayani.

Adapun mensyukuri kasih dan anugerah Tuhan dalam semangat bersaksi dan melayani, persekutuan sektor eklesia merayakan hari jadi ke-13 pada Selasa (13/5/2025) di Pantai Batu Kora yang merupakan salah satu objek wisata populer di Kota Dobo. Para pelayan gereja dan umat sektor eklesia memadati pantai siang hari itu untuk mengikuti perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) dengan penuh sukacita dan kegembiraan. Tepat pukul 12.00 WIT, dilaksanakan Kebaktian Syukur HUT yang dipimpin oleh Pendeta Ny. W. Manuhua/B, sebagai Pendeta Pendamping Sektor Eklesia.

“Bukan suatu kebetulan katong punya hari ulang tahun di hari ini, sesuai dengan Lembaga Pembinaan Jemaat (LPJ) menetapkan tema mingguan Menghidupi Ibadah Sejati, Yesaya 58 : 13-14 menjadi berita sukacita di syukur HUT sektor yang ke-13″, bahwa hari ulang tahun adalah hari istimewa, hari mulia yang sama dengan sabat, hal ini menjadi dasar dan cara kita menunjukkan rasa syukur kita kepada Tuhan Kepala Gereja yang telah menyertai tugas-tugas menanam & menyiram, berkarya menumbuhkan iman pelayan dan umat sampai di usia ini, setidaknya katong seng jadi orang yang lupa Tuhan dan lupa bersyukur, tetapi katong jadi orang yang tahu diri dan tahu terima kasih”, ungkapnya.

Pendeta Ivon mengajak para pelayan dan umat, bahwa bersyukur, berdoa, beribadah dan memuji Tuhan di hari ulang tahun saja tidak cukup, akan tetapi ada yang lebih penting yaitu pujian ibadah dan doa kita harus selaras dan seimbang, apa yang katong tunjukkan di gereja harus sama dengan di luar gereja. Ibadah ritual harus seimbang dengan ibadah sosial. Katong dalam hidup tidak hanya pikir kepentingan diri sendiri, fokus untuk sektor, tetapi juga untuk kepentingan bersama, hidup saling peduli dan mengasihi sesama. Katong harus tunjukkan cara bersyukur dengan hidup yang bermakna, harus nampak dari sikap dan perbuatan hidup hari-hari yang baik dan takut Tuhan.

Harapan dan pesan para pelayan, sebagai ungkapan syukur kepada Allah pemilik kehidupan dan Kepala Gereja, bahwa di syukur HUT sektor eklesia yang ke-13 ini mewujudnyatakan sikap dewasa iman, solidaritas dalam persekutuan serta bertumbuh dan berkembang bagi kemuliaan Tuhan. (Zussand5)