Sosialisasi Parenting : Peran Orang Tua Membentuk Kepribadian, Karakter dan Nilai Hidup Anak

Dobo-Sinar Kasih, Majelis Jemaat Sub Seksi ARK (Anak Remaja dan Katekisasi) Jemaat GPM Sinar Kasih Klasis GPM Pulau-Pulau Aru menyelenggarakan Sosialisasi Parenting Keluarga Muda dengan tema “Peran Orang Tua Membentuk Kepribadian dan Karakter Anak”. Kegiatan ini berlangsung di Gereja Sinar Kasih, Selasa (28/10/2025) melibatkan para Pendeta, PHMJ (Pelaksana Harian Majelis Jemaat), Ketua Seksi PTPU dan perwakilan keluarga muda tiap sektor pelayanan, dan menghadirkan narasumber Pendeta Lusy J. Akakib/Filimditty, S.Th, Sekretaris Bidang PTPU Klasis GPM Pulau-Pulau Aru.

Dalam sambutannya, Pendeta G. G. Romroma, S.Th Ketua Majelis Jemaat GPM Sinar Kasih menekankan pentingnya peran orang tua dalam membentuk kepribadian, karakter, dan nilai hidup anak. Romroma menyoroti pembinaan keluarga muda, di mana peran ayah dan ibu (Papa-Mama) menjadi tokoh utama pendidikan dan teladan yang baik. Oleh karena itu, sosialisasi ini bertujuan memberikan panduan, dukungan dan wawasan tambahan kepada orang tua mengenai cara yang efektif memahami pertumbuhan dan perkembangan anak.

Dalam sosialisasi, narasumber memaparkan materi tentang pengertian parenting secara etimologis, historis, dan psikologi, dasar hukum dalam penguatan keluarga, serta pedoman papa-mama sebagai wujud keseriusan gereja terhadap anak. “Parenting dalam terang iman Kristen dan tradisi GPM tidak hanya dimaknai sebagai tanggung jawab sosial, tetapi juga panggilan iman untuk membentuk keluarga berakar dalam Kristus, bertumbuh dalam iman, dan berdampak bagi dunia”, tegasnya. Ia menambahkan bahwa pedoman papa-mama menjadi pedoman kerjasama antara keluarga atau orang tua dengan pelaksana PFG (Pendidikan Formal Gereja), agar semua anak dan remaja dalam lingkup GPM Wajib Sekolah Minggu (WASMI) dan katekisasi, guna membentuk perilaku anak yang sesuai dengan nilai-nilai kristiani.

Pendeta Lussy juga menjelaskan orang tua perlu pahami delapan tahapan perkembangan psiko sosial manusia menurut Erik Erikson, seorang ahli psikolog yang memperluas studinya tentang perkembangan mental dan sosial masa kecil dan dampak pengalaman pada perkembangan orang dewasa. Perkembangan juga terkait dengan perubahan dalam kepribadian, perasaan, dan emosi seseorang, serta perubahan dalam berkomunikasi dengan orang lain.

Selain itu, Pendeta Lussy mengingatkan tentang bentuk-bentuk pendampingan orang tua di rumah secara umum dan pendampingan khusus meliputi meningkatkan minat baca Alkitab di rumah, kewaspadaan anak terhadap ancaman, anak berkebutuhan khusus, anak yang orang tuanya terancam pisah, anak korban perceraian, anak batita dan indria, anak kecil dan anak tanggung, serta anak remaja.

Acara ini diakhiri dengan sesi tanya jawab, empat orang unsur keluarga muda mengajukan pertanyaan, dan ditanggapi baik oleh narasumber. Harapnya, parenting GPM bukan sekedar program pembinaan keluarga, tetapi merupakan panggilan iman dan wujud nyata dari visi-misi gereja dalam membentuk keluarga Kristen yang kokoh, berakar dalam Kristus dan berdampak bagi dunia menuju satu abad GPM di tahun 2035. (zussand5)